Tugas UTS_Dita Nabila (analisis Teater Modern - Malam Jahanam (Teater Sativa) pendekatan Objektif)

 

ANALISIS PENDEKATAN OBJEKTIF PADA TEATER MODERN – MALAM JAHANAM (TEATER SATIVA)

 

DITA NABILA

Sastra Indonesia

Universitas Pamulang

Email : ditanabila33@gmail.com

 

 

ABSTRAK

 

Seni Teater adalah Drama yang menceritakan suatu kisah melalui dialog antar Pemerannya di panggung pertunjukan di depan live audience (penonton langsung). Kebermanfaatan teater bagi pembaca atau penonton sangan bergantung pada keterpahaman mereka terhadap unsur-unsur teater. Pada teater “Malam Jahanam (Teater Sativa)” menceritakan ntentang pengkhianatan seorang istri dan teman pada seorang yang dekat dengan mereka. Tujuan Analisis pada teater ini adalah untuk mengetahui apa saja unsur-unsur pada teater melalui pendekatan Objektif dan Sruktur apa saja yang terdapat pada drama. Kesimpulan pada teater ini adalah teater Malam Jahanam ini merupakan drama realis, yang mengharuskan tokoh-tokohnya bertahan ditengah lingkungan tanpa melarikan diri dari masalah.

 

Kata Kunci : Teater, Struktur Teater, Pendekatan Objektif.


 

PENDAHULUAN

 

Seni Teater adalah Drama yang menceritakan suatu kisah melalui dialog antar pemerannya di panggung pertunjukan di depan live audience (penonton langsung).

Secara global Seni Teater adalah berbagai seni perfomance yang dihadirkan di panggung pertunjukan di depan penonton langsung seperti Drama, Sandiwara, Seni perfomans, Seni Tari, dsb.

Drama muncul dari budaya ritual pemujaan terhadap para dewa. Pada awalnya Drama ini hanya dilakukan di lapangan terbuka. Para penonton duduk melingkar, dan upacara dilakukan di tengah lingkaran tersebut. Namun, dalam perkembangannya, jumlah penonton semakin meningkat karena upacara-upacara juga semakin membesar yang berarti membutuhkan tempat lebih luas.

Tempat luas itulah yang akhirnya disebut Theatron. Theatron adalah a place for seeing yang berarti ”tempat tontonan” berbentuk bangku tempat duduk penonton berderet membentuk setengah lingkaran melingkari lereng yang berfungsi sebagai tempat drama.

Darama terikat pada struktur yang tersusun rapi dan padu. Struktur dalam drama yaitu:

1.      Prolog

Prolog merupakan bagian awal dari sebuah drama. Prolog biasanya digunakan untuk menceritakan gambaran drama yang akan dimainkan secara umum.

2.      Dialog

Dialog merupakan bagian yang paling penting dalam sebuah drama. Menjadi hal inti pada pentasan drama dengan memiliki fungsi sebagai penghantar komunikasi antar tokoh

3.      Epilog

Epilog merupakan bagian akhir atau bagian penutup dari sebuah drama. Epilog biasanya berisi tentang kesimpulan pesan yang  bisa diambil dari cerita drama tersebut.

 

Pendekatan objektif merupakan suatu pendekatan yang hanya menyelidiki karya sastra itu sendiri tanpa menghubungkan dengan hal-hal di luar karya sastra. Pendekatan ini tidak memandang perlu menghubungkan karya sastra dengan pengarang sebagai penciptanya, dengan kenyataan alam semesta atau realitas objektif sebagai sumber penciptaan, dan dengan pembaca sebagai sasaran penciptaan. Pendekatan ini bertahan dan sangat ketat menjaga otonom karya sastra dengan unsur-unsur di luar sastra (Hasanuddin,2019:129).

Pendekatan objektif membatasi diri pada penelaahan karya sastra itu sendiri,terlepas dari soal pengarang dan pembaca. Dalam hal ini kritikus memandang karya sastra sebagai suatu kebulatan makna, akibat perpaduan isi dengan pemanfaatan bahasa sebagai alatnya. Dengan kata lain, pendekatan objektif memandang dan menelaah karya sastra dari segi intrinsik yang membangun suatu karya sastra, yaitu tema, alur, latar, penokohah/tokoh, dan gaya bahasa. Perpaduan yang harmonis antara bentuk dan isi merupakan kemungkinan kuat untuk menghasilkan sastra yang bermutu. Pendekatan objektif memandang bahwa suatu karya sastra adalah karya yang mandiri ia tidak perlu dilihat dari segi pengarang, pembaca, dan sekitarntya. Ia harus dilihat sebagai objek yang berdiri sendiri, yang memiliki dunia sendiri. Oleh sebab itu pendekatan objektif dilakukan atas suatu karya sastra merupakan suatu kajian intrinsik semata.


 

PEMBAHASAN

 

Teater Modern – Malam Jahanam (Teater Sativa) merupakan Teater yang di Produksi oleh Nathasya Wibawa dan di sutradarai oleh Kartika. Ditayangkan pada tanggal 14 Januari 2021. Yang dimainkan oleh Teater Sativa diadaptasi dari naskah karya Motinggo Boesje berjudul Malam Jahanam. Dilihat dari kolom komentar, respon para penonton sangat puas dan membuat para penonton terpukau menontonnya.

 

A.    Struktur Drama

1.      Prolog

Pada awal pembukaan para pemain membawakan tarian yang sesuai dengan suasana hati dari pemain. Sehingga para penonton dapat mengetahui gambaran secara umum nya.

 

2.      Dialog

Dialog pada Teater Modern – Malam Jahanam yang dimainkan oleh Teater Sativa sangat jelas. Intonasi suaranya pun sesuai dengan suasana hati. Sehingga penonton tidak kebingungan saat ingin mendengar percakapannya.

 

3.      Epilog

Pada akhir cerita, pemain menggambarkan sebuah pesan yang cukup mendalam bagi penonton. pesan tersebut adalah harus berani jujur bagaimana pun resiko nya nanti dan jangan sekali-kali berani berkhianat pada orang terdekat kita.

 

B.     Analisis Melalui Pendekatan Objektif

1.      Tema

Tema adalah gagasan, ide, atau pikiran utama yang mendasari suatu karya sastra itu sendiri (Sudjiman, 1991:50).

Tema Malam Jahanam adalah sisi buruk dan baik manusia melalu. Dalam drama ini,  kita bisa melihat sisi buruk manusia melalui Mat Kontan yang tidak menghargai orang lain, Paijah yang berselingkuh dengan Soleman, serta Soleman yang berhubungan dengan istri teman dekatnya sendiri. Sisi baik manusia dapat kita lihat pada kelembutan hati Paijah terhadap anaknya serta Soleman yang mengakui kesalahannya pada Mat Kontan. Perselingkuhan juga diangkat dalam drama ini, yaitu perselingkuhan antara Paijah dengan Soleman.

 

2.      Tokoh/Penokohan

a.      Tokoh

Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau berlakuan di dalam berbagai peristiwa cerita. Tokoh-tokoh yang ada dalam drama ini adalah :

1.      Mat Kontan

2.      Soleman

3.      Paijah

4.      Utai

5.      Tukang pijat

Berdasarkan fungsinya, tokoh dapat dibedakan menjadi tokoh sentral dan tokoh bawahan. Tokoh sentral dapat dibagi menjadi tokoh protagonis, antagonis, dan wirawan atau wirawati.

Tokoh protagonis dalam Malam Jahanam adalah Soleman, sedangkan tokoh antagonisnya adalah Mat Kontan. Paijah memegang peranan sebagai tokoh wirawati. Tokoh-tokoh bawahannya adalah Utai dan Tukang Pijat.

b.      Penokohan

Penokohan adalah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh (Sudjiman, 1991:23). Metode penyajian penokohan dapat dibagi menjadi metode langsung, tak langsung, dan kontekstual.

1.      Mat Kontan

a.       Tidak Bertanggung Jawab

Pada salah satu dialog dalam penampilan teater Malam jahanam, menggambarkan karakteristik Mat Kontan yang tidak bertanggung jawab. Potongan dialog tersebut yaitu;

“Persetan, si kecil (anaknya)”

Dialog tersebut terjadi ketika Kontan sedang berdialog dengan Soleman yang sedang menasehatinya agar memperhatikan anaknya yang sedang sakit.

b.      Pemarah

Karakter Kontan yang lain adalah dia seorang pemarah. Berikut beberapa potongan dialog yang saya ambil

“ah diam! Orang lagi kesusahan, malah kau ketawa!”

”ah, bohong kau!”

Dari potongan dialog diatas terlihat Kontan mudah tersulut emosinya.

c.       Sombong

Dalam beberapa dialog, Kontan menunjukan sifat yang sombong. Berikut potongan dialog yang saya ambil

“kau tau man? Perkutut yang ku bawa tadi itu adalah perkutut yang paling mahal harganya di dunia”

Dari potongan dialog di atas terlihat kesombongan ada didiri Kontan.

d.      Egois

e.       Angkuh

f.       Lupa diri

 

2.      Soleman

Dalam drama tersebut watak Sulaiman menunjukkan watak pemarah, besar mulut, pembual dan pedendam. Pada saat Paijah ketakutan akan apa yang nanti dilakukan Kontan, Soleman dengan besar mulutnya mengatakan akan melindungi Paijah.

 

3.      Paijah

Paijah memiliki watak pemarah, pencemas dan tidak setia. Dalam potongan dialog yang saya ambil, terlihat paijah cemas akan ketahuan oleh suaminya Kontan. Berikut potongan dialog nya.

“tapi saya takut man”

Dalm dialog tersebut, Paijah dan Soleman sedang berdialog berdua. Mereka tengah membicarakan apa yang akan Kontan lakukan jika mereka ketahuan

 

4.      Utai

Watak Utai dalam drama tersebut memiliki sifat yang agak kurang dalam hal psikis nya, jahil dan setia. Kejahilannya terbukti pada adegan ketika si tukang pijat yang buta lewat dan dengan jahil nya Utai mengganggu.

 

5.      Si Tukang Pijat

Peran tukang pijat di dalam drama tersebut tidak banyak, karena memang dia muncul pada saat menawarkan jasa memijat saja.

 

 

3.      Latar

latar adalah segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasa terjadinya peristiwa dalam suatu karya yang membangun cerita (Sudirman dalam Teeuw, 2003:44)

a.      Waktu : waktu pada drama Malam Jahanam adalah malam hari

b.      Tempat : pemukiman warga

 

 

4.      Alur

Alur adalah rangkaian peristiwa yang satu sama lain dihubungkan dengan hukum sebab-akibat (Sumardjo, 1994:139). Alur merupakan salah satu aspek penting dalam drama karena alur merupakan pembentuk kerangka cerita.

Alur Malam Jahanam adalah Alur maju atau Linear, yaitu peristiwa yang tersusun menurut urutan waktu terjadinya.

 

 

5.      amanat

amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang dalam cerita.

Amanat Malam Jahanam adalah kita harus menghargai orang lain. Kita harus setia terhadap pasangan kita dan kita harus selalu jujur apapun akibatnya nanti.

PENUTUP

 

 

A.    Kesimpulan

Malam Jahanam merupakan sebuah drama realis. Drama ini memenuhi karakteristik-karakteristik drama realis, mengharuskan tokoh-tokohnya bertahan di tengah lingkungan tanpa melarikan diri dari masalah, dan menggunakan bentuk well made play.

Setelah menganalisis Malam Jahanam dengan pendekatan objektif, kami menemukan bahwa tema drama ini adalah sisi buruk dan baik manusia dengan mengangkat masalah perselingkuhan. Alur drama ini adalah alur maju atau linear yang berlangsung secara kontinyu dan memuncak. Amanat Malam Jahanam adalah kita harus dapat menghargai orang lain, kesetiaan, dan orang yang lemah akan selalu menjadi korban


 

DAFTAR PUSTAKA

 

https://www.senibudayaku.com/2018/04/fungsi-kedudukan-dan-struktur-naskah-drama-teater.html?m=1